Manajemen Resiko
Sebuah usaha tidak akan pernah terlepas dari yang namanya
resiko. Apapun usaha yang kita geluti pasti ada resiko
yang terkandung didalamnya. Dengan demikian maka kita
perlu cara untuk mengurangi resiko itu, cara tersebut
dinamakan Manajemen Resiko. Artinya bagaimana kita dapat
mengendalikan Resiko yang kita tanggung atau bagaimana
meminimalisasi Resiko.
Sebagaimana sudah dijelaskan pada pernyataan tadi,
sebuah investasi, apapun jenisnya, memiliki resiko selain
juga profit yang diharapkan. Resiko ini berupa kehilangan
sebagian atau seluruh dana yang kita investasikan entah
dalam waktu yang lama atau bahkan juga dalam waktu yang
singkat. Dalam hitungan hari misalnya.
Ada sebuah hukum yang berlaku secara umum dalam dunia
investasi: sebuah investasi yang menjanjikan return
besar, maka investasi tersebut memiliki resiko yang
sama besarnya dengan return yang dijanjikan. Sebaliknya,
jika Anda mencari investasi dengan resiko kecil, biasanya
return yang ditawarkan juga kecil.
Hal ini perlu dipahami mengingat tidak semua orang
memiliki profil investasi yang sama. Ada orang-orang
yang bertipe risk lover dengan alasan return yang dijanjikan
juga besar. Sebaliknya, ada juga yang lebih mengutamakan
keamanan dananya dan mencari investasi dengan resiko
seminimal mungkin dengan konsekuensi return yang dihasilkan
juga kecil. Orang-orang seperti ini biasa disebut risk
averter. Tidak ada yang lebih baik satu sama lainnya.
Itu kembali kepada karakter pribadi masing-masing investor.
Ada beberapa jenis investasi yang memiliki resiko kecil
di pasar finansial diantaranya deposito, reksadana terproteksi,
Surat Utang Negara, dan tabungan. Yang bersifat high
risk diantaranya adalah Saham dan produk bursa berjangka.
Bagaimana dengan forex trading? Karena tergolong sebagai
produk investasi bursa berjangka (index, komoditi dan
forex), maka forex trading tergolong investasi yang
sifatnya high risk. Artinya forex trading tergolong
memiliki resiko tinggi. Salah satu yang tertinggi diantara
instrumen investasi keuangan lainnya.
Beberapa faktor resiko yang harus Anda ketahui sebelum
memulai investasi pada forex trading :
- Memiliki kemungkinan kehilangan dana 100%
- Arus dana sangat cepat (very liquid)
- Tidak ada metode trading yang dapat menjamin Anda
pasti untung 100%. Ada banyak metode trading yang
bagus namun tidak ada satu pun yang dapat menjamin
pasti untung 100%.
Forex trading bukanlah sebuah “quick
rich scheme” yang dapat membuat
Anda kaya mendadak tanpa harus bekerja keras. Tidak.
Itu mimpi! Tidak ada keberhasilan tanpa kerja keras.
Kerja keras merupakan bagian yang tak terpisahkan dari
mereka yang mengalami kesuksesan finansial dalam hidupnya.
Termasuk mereka yang sukses melalui forex trading. Diperlukan
kerja keras untuk mempelajari analisa dan perilaku pasar
sehingga kita dapat menebak arah pergerakan harga dengan
akurat. Begitu juga diperlukan mental ekstra ketika
hasil trading tidak sesuai dengan yang kita harapkan.
Tanyakanlah pada trader-trader sukses yang Anda kenal,
apakah mereka pernah mengalami jatuh bangun dalam trading
mereka. Dan jawabannya hampir pasti adalah ya. Kesuksesan
hanyalah disediakan bagi mereka yang mau berusaha dan
belajar terus menerus memperbaiki dirinya.
Nah berkaitan dengan resiko yang harus dihadapi jika
kita hendak memulai investasi di forex, diperlukan kiat-kiat
khusus untuk memperkecil, atau bahkan membalikkan posisi
kita yang tadinya minus menjadi kembali positif dan
memperoleh untung. Berikut beberapa kiat dan manajemen
resiko yang bisa Anda ambil:
- Cut loss
Merupakan aksi menutup posisi Anda yang berlawanan
dengan pergerakan harga pasar. Cut loss digunakan
untuk membatasi kerugian yang dialami sehingga tidak
menimbulkan kerugian yang lebih besar lagi.
- Switching
Aksi ini mirip dengan cut loss, namun bedanya setelah
menutup posisi kita yang merugi, kita
membuka posisi baru dengan arah yang sama dengan pergerakan
harga pasar.
- Averaging
Cara ini memerlukan modal ekstra untuk mempertahankan
posisi yang telah kita buka yang ternyata bergerak
berlawanan dengan harga pasar.
- Hedging
Hedging adalah suatu keadaan dimana kita membuka 2
posisi berlawanan secara bersamaan yaitu membuka open
posisi buy, tapi juga sekaligus membuka open posisi
sell secara bersamaan dengan tanpa di pasangi stop
loss melainkan hanya target profit saja biasanya target
profitnya berkisar 30-50 poinan adapun maksud dan
tujuannya adalah supaya kita memperoleh profit disaat
terjadi swing harga baik saat harga bullish maupun
saat harga bearish
Ketiga manajemen resiko diatas sangat sederhana dan
mudah untuk dilakukan. Jadi, betapa sayangnya kita mengalami
kerugian hanya karena kita tidak mengatahui hal diatas.
Namun apakah dengan mengetahui ketiga manajemen resiko
tersebut kita dipastikan tidak pernah mengalami loss?
Jawabannya tentu saja tidak. Kalau Anda cermati, ketiga
manajemen resiko diatas bertumpu pada satu hal: kemampuan
kita menganalisa pergerakan harga. Ya, memang itulah
inti dari forex trading. Manajemen resiko bahkan tidak
pernah menjadi efektif apabila kita tidak mampu melakukan
analisa dengan benar dan akurat. Jadi, mengetahui analisa
adalah keharusan dalam memulai investasi di forex trading.
Jika kita dapat menerapkan manajemen resiko dengan
disiplin maka profit akan segera kita dapatkan. Forex
itu butuh kesabaran, kosistensi dan kedisiplinan maka
keuntungan itu akan datang dan forex akan lari dari
orang-orang yang serakah kepadanya. Untuk itu jadilah
orang yang penyabar kalau ingin sukses!
Selamat bertrading..
Semoga bermanfaat
untuk kita semua..
Klik mendaftar
bila anda sudah siap!
|