Feeling Strategy Dalam Trading
Forex
Percaya atau tidak ada beberapa orang yang percaya
bahwa dengan membuka account mereka pada tanggal tertentu
mereka akan mendapatkan profit sepanjang trading itu!
Bahkan dalam bertrading masih ada yang beranggapan hari
ini adalah hari baik dalam trading dan hari itu bukan
hari baik. Saya bukan seorang yang tidak percaya akan
nilai-nilai rohani, namun dalam bertrading, Anda tidak
bisa memutuskan bertrading atau tidak bertrading hanya
karena hari ini adalah Jumat ke 13. Jika tidak ada alasan
logis yang menyebabkan Kita bertindak dalam trading,
nah Saya golongkan sebagai yang namanya feeling. Entah
apa pun judulnya, hari baik, bermimpi grafik forex Anda
naik, membuka posisi hanya karena grafik sepertinya
mau naik atau hal-hal lainnya yang tidak memiliki alasan
logis didalamnya.
Pasar forex sudah penuh dengan berbagai sentimen pasar,
rumor dan persoalan psikologis dari para pelakunya.
Nah, saran Saya jangan tambahkan dengan satu persoalan
lain yang dinamakan feeling. Ini akan membuat segala
sesuatunya terlihat lebih ruwet dan moody. Ini hanya
akan membuat trading Kita menjadi tidak lagi teratur
dan tidak memiliki sistem yang jelas. Semuanya berdasarkan
feeling.
Saya tidak menentang sama sekali apa yang dinamakan
naluri atau intuisi seorang trader. Kadangkala seorang
trader kawakan mampu membuka sebuah posisi Buy atau
Sell hanya beberapa detik setelah dia melihat pergerakan
mata uang. Dan seringkali posisinya sesuai dengan arah
market. Tapi semua itu lahir dari pengalaman dan jam
terbangnya yang telah panjang didalam dunia forex. Kebiasaan
melihat pergerakan grafik selama bertahun-tahun membuat
seorang trader profesional dapat saja menentukan kemana
harga akan bergerak dengan cepat bahkan sebelum dia
melihat berita atau indikator teknikal lainnya. Ini
disebabkan pada alam bawah sadarnya telah terbentuk
pola trading yang dilakukannya selama ini. Dan itu muncul
ketika si trader melihat grafik forexnya. Nah itu dinamakan
intuisi. Intuisi lahir dari pengalaman dan jam terbang
yang panjang selama bertahun-tahun. Kalau sudah sampai
di titik seperti ini sah-sah saja menurut Saya. Saya
mengenal seorang trader yang mampu bertrading dan profit
secara konsisten setiap bulannya bahkan tanpa menggunakan
satu indikator sama sekali!
Namun mereka yang tidak memiliki jam terbang cukup
belum dapat menggunakan intuisinya dengan baik dalam
bertrading. Akibatnya ya itu. Hanya feeling-feeling
so good yang tentunya berakhir pada berantakkannya pola
trading si pemula forex dan mengacaukan sistem yang
telah dibangunnya selama ini. Alhasil, kerugian pun
terjadi.
Jika Anda adalah seorang pemula dalam trading Anda,
saran yang bisa diberikan adalah jauhkan perasaan Anda
dalam bertrading. Bahkan ketika profit atau loss terjadi,
berusahalah untuk menjauhkan semua perasaan yang ada.
Memang tidak mudah namun rasanya itu akan sangat membantu
Kita untuk berpikir jernih dan tepat sasaran.
Saran lainnya yang juga rasanya baik adalah jangan
bertrading ketika suasana hati Kita sedang kacau. Biasanya
pada kondisi seperti ini kesabaran dan ketenangan Kita
sedang tidak maksimal sehingga banyak kesalahan terjadi.
Kalau di rumah sedang ada persoalan rumah tangga dan
itu membuat Anda pusing tujuh keliling, tinggalkan platform
forex Anda dan tunggulah hingga suasana hati Anda tenang
kembali. Jangan lampiaskan kekesalan Anda pada pasar
forex.Bisa jadi kalau loss malah bertambahlah stress
Kita.
Ok, rasanya itu saja deretan persoalan psikologi forex
yang perlu Anda pelajari. Memang ada saja faktor-faktor
psikologis lainnya yang mungkin saja belum tercantum
disini. Biarlah pengalaman mengajari Anda kelak. See
you at the next lessons.
Semoga bermanfaat
untuk kita semua ..
Silahkan klik registrasi
bila anda sudah siap! |
|